Nama
Penulis :
Emha Ainun Nadjib
Penerbit
: PT Bentang Pustaka
Terbit
: Pertama,
Januari 2019, Yogyakarta
Tebal
: XIV+238; 20,5 cm
ISBN
: 978-602-291-516-4
Markesot Belajar Ngaji adalah salah satu dari sekian banyak
buku karya Mbah Nun yang sudah terbit di berbagai penerbit dengan buku-bukunya
yang selalu menarik. Buku Markesot Belajar Ngaji merupakan Daur V dari
yang sebelumnya Buku Seri Daur Mbah Nun antara lain Anak Asuh Bernama
Indonesia (Daur I), Iblis Tidak Butuh Pengikut (Daur II), Mencari
Buah Simalakama (Daur III), dan Kapal Nuh Abad 21 (Daur IV).
Ketika membaca buku ini, saya dan
pembaca lainnya seperti ikut bertadarus Al-Qur'an bersama Mbah Nun; menyelami
kedalaman setiap ayat-ayat Al-Quran dengan cara menggunakan bahasa yang
sederhana dan perumpamaan yang mudah dipahami oleh kita yang masih awam ini.
Di tengah keadaan yang mulai memanas
menjelang Pemilu 2019, Cak Nun dalam tulisan di buku Markesot Belajar Ngaji
ini pada bagian Daur (01) Fa Ashlihu Presiden, bercerita bahwa Mbah Sot
tidak mau diajak bertemu dengan Presiden. Sekarang coba kita berpikir sejenak,
apakah di zaman sekarang ini ada orang yang berani menolak untuk bertemu dengan
Presiden? Ada yang berani menolak untuk bertemu dengan orang nomor satu di
Indonesia?
Menurut pikiran logika saya itu tidak
ada. Tetapi anggapan saya dipatahkan oleh Mbah Sot, ia membuktikan dengan
menolak ajakan untuk bertemu dengan Presiden disebabkan suatu alasan, bahwa
beliau tidak ingin bangsa Indonesia ini gaduh dengan permusuhan dan kebencian
antara yang mendukung pemerintahan dan yang berseberangan dengan pemerintahan.
Ketika Mbah Sot menerima ajakan untuk bertemu Presiden, maka yang berseberangan
dengan pemerintahan akan mengira bahwa Mbah Sot pendukung dan menjadi
bagian pemerintahan.
Dari peristiwa tersebut, Saya
belajar untuk tetap menjaga persatuan dengan bersikap netral dihadapan publik
pada pilihan politiknya, apalagi jika kita menjadi tokoh publik, tokoh agama,
atau tokoh masyarakat yang sudah terkenal. Hal tersebut layaknya seperti ulama
idola saya, Gus Mus (Ahmad Mustofa Bisri) yang tidak mendeklarasikan
dukungannya terhadap calon presiden manapun agar masyarakat tetap menjaga
persatuan dan menghindari perpecahan. Hormat saya untuk Mbah Sot dan Gus Mus!
Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengajak
kita membuka yang sebelumnya belum pernah dibuka. Memandang, merumuskan dan
mengelola dengan prinsip dan formula yang sebelumnya belum pernah ditemukan dan
dipergunakan. Begitu pun dalam buku ini, mengajak kita para pembaca untuk
melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metode perhubungan
kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat
dalam kehidupan sehari-hari.
Buku Markesot Belajar Ngaji dari
segi sampul buku; sampulnya cukup menarik, warna dan ilustrasi covernya hidup.
Kertas dan pilihan font juga baik nyaman untuk dibaca.
Sekali, lagi membaca buku ini kita akan
sering menjumpai ayat Al-Qur’an disetiap halamannya dengan dihubungkan pada
persoalan kehidupan sehari-hari. Seperti Iqra Fisabilillah yang
menyadarkan kita bahwa kita tidak punya visa atau izin tinggal karena suatu
sebab yaitu untuk belajar, bekerja, dan lain-lain.
Dengan membaca buku ini maka Saya, Mbah
Markesot, dan pembaca lainnya belajar Ngaji, membaca ayat Al-Qur’an. Demikian
review singkat, semoga bermanfaat!
Instagram
: @dikimardia
Nomor
HP : 0852-0120-5202
Email
:
dikimardiansyah02@gmail.com
Artikel ini telah diikutkan dalam Sayembara Review Buku Cak Nun

Komentar
Posting Komentar