Langsung ke konten utama

Postingan

Sulam dan Sedikit Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Alam Setia Budi (Sulam) sedang memanen kangkung yang dia tanam . Dok/Diki Mardiansyah             Pada mulanya Rabu siang (14/4) itu, Alam Setia Budi (27) berangkat ke ladang yang ia tanami kangkung di Desa Banjaranyar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini sudah dilakukan oleh Sulam—sapaan akrabnya—sekitar empat bulanan yang lalu. Setelah pengalaman mengatarkannya menjadi kuncen steam cuci motor dan usaha ternak lele saat masih menyandang status sebagai mahasiswa jurusan pendidikan. “Sudah sekitar empat bulanan pasca berhenti menjadi tukang steam motor di Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kabupaten Tegal saya kemudian sekarang menjadi petani”, kata Sulam. Alam Setia Budi (Sulam) salat zuhur di gubuk . Dok/Diki Mardiansyah Cuaca agak mendung sesampai di ladang. Sulam bergegas ke sungai kecil yang terletak di samping gubuknya untuk berwudu. Ia kemudian memakai sarung dan menggelar sajadah menunaikan salat zuh...
Postingan terbaru

Solidaritas Warga Bantu Warga di Tegal: Maspur dan Ponggol Jumat Merdeka

Gerakan Maspur saat sedang melakukan kegiatan berbagi . Dok Pribadi Maspur/ Ika Mulyani Saban Selasa dan Sabtu malam, Bijak Cen Soekarno--akrab dipanggil Jaka--dan delapan anak muda lain menyusuri sudut-sudut jalanan di Kota Tegal guna “merazia” orang-orang yang kelaparan. Kegiatan berbagi nasi ini dinamakan oleh Jaka, pria 35 tahun itu, sebagai gerakan “Maspur”, kepanjangan dari Mbagi-Mbagi Sega Campur (Berbagi Nasi Campur). Dimulai pukul 22.30 WIB hingga dini hari, Jaka dan kawan-kawan melawan kantuk dan menahan dingin embusan angin di Kota Tegal untuk berbagi nasi kepada yang membutuhkan, seperti orang-orang marginal, yang hidup di jalanan, Gepeng (gelandangan dan pengemis), tukang becak, serta siapa saja yang membutuhkan makanan. Hal yang sama dilakukan oleh komunitas Paguyuban Scooterist Balapulang (PSB), salah satu komunitas Vespa di Tegal yang telah terbentuk sejak 6 Januari 2019. Enam bulan yang lalu, PSB memulai gerakan sosi...

Sebuah Cerita dari Pendengar Pemula

  Pada mulanya pagi hari ini (17/6), saya beranjak dari indekos menuju Perpustakaan kampus. Menyempatkan mampir di Warung Tegal (Warteg) andalan untuk sarapan. Waktu demi waktu berlalu, tak terasa sudah tahun ketiga menjadi mahasiswa. Manis dan pahitnya kehidupan kampus (hampir) semua sudah pernah dirasa. Hari demi hari, tugas kuliah yang menjemukan dan kekhawatiran akan masa depan menjadi suatu hal yang menyebalkan. Mutakhir ini, ada banyak hal yang belum bisa tercapai, hingga rencana-rencana baik yang belum terlaksana. Sebagaimana lirik lagu “Gas” dari album kedua FSTVLST. Band rock lokal asal Yogyakarta itu menulis: berjalan tak seperti rencana adalah// jalan yang sudah biasa// dan jalan satu-satunya// jalani sebaik kau bisa . Rencana menulis untuk mengingat #setahunalbum2fstvlst sebenarnya tidak ada. Pertama, kurang lebih baru satu bulan saya mengenal dan mendengarkan lagu-lagu FSTVLST. Kedua, saya tidak pernah menyimak FSTVLST secara langsung di panggung. Namun, seperti ...

Bertobat di Kampung Tobat Santrendelik

Sejak dahulu hingga sekarang, kita sering kali beranggapan bahwa p esantren identik dengan kehidupan nya yang agamais, memakai sarung, men genakan pakaian muslim , dan berpeci dalam kegiatan sehari - hari. Namun , pesantren yang satu ini berbeda dan unik. T erletak di Desa Kalialang, Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang terdapat sebuah Pesantren yang mengusung tema kontemporer dan dibalut dengan kehidupan modernisme, bernama Santrendelik Kampung Tobat. Nama Santrendelik berasal dari lokasi pesantren tersebut yang dalam istilah bahasa J awa disebut “ndelik” yang memiliki arti “tersembunyi”. Dilihat dari lokasi nya, S antrendelik berada dibalik rimbunnya pohon jati dan berada ditengah - tengah kampung seakan pesantren ini tersembunyi dan tidak diketauhi oleh orang banyak. Malam itu setelah berbuka puasa di hari ke-18 Ramadan atau Kamis (23/5), saya dan Muhammad Adam Khatamy berkesempatan mengunjungi Santrendelik Kampung Tobat untuk menghadiri Nongkrong Tobat. Baran...