Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Cerita Telah Usai: Merantaulah!

 “Masing-masing sudah terseret kepentingannya sendiri-sendiri atau tersihir kemewahan duniawi?” Begitulah kiranya pertanyaan ini sering muncul saat semua tak seperti biasanya. Saat di mana setiap hari adalah bayangan hari esok: PR yang terkadang dikerjakan di sekolah, tugas individu yang terkadang dikerjakan bersama-sama, atau mungkin ketakutan terhadap mata pelajaran yang tak menjadi kesukaan. Mei 2018 itu, mungkin menjadi ujian terakhir selama tiga tahun belajar dan menuntut ilmu di tingkat SMA. Tetapi, tetap saja dalam hati kecil ini berkata bahwa masih banyak lagi ujian-ujian yang lebih berat berikutnya. Ada yang berjuang dengan belajar (lagi) membuka buku pelajaran, demi melanjutkan mimpi masuk perguruan tinggi.  Ada yang lebih hebat dari itu, dialah yang bangun lebih pagi dari biasanya, seraya memohon doa agar diberikan pekerjaan yang halal baginya. Bayangkan saja, di saat banyak anak-anak  melanjutkan kuliah dengan biaya orang tuanya. Dia justru berniat...

Tadarusan Bulan Suci Ramadan

Seperti bulan ramadan sebelum dan biasanya, suara tilawah Alquran terdengar indah di tiap penjuru masjid dan musala. Pagi, sore, bahkan sampai larut malam datang, suara itu selalu terdengar syahdu dan merdu. Membaca Alquran bersama-sama dengan duduk tumaninah , menyimak Alquran sambil menunggu giliran membaca datang: dalam dekapan iman menguatkan tali persaudaraan. Semoga kita mendapatkan ampunan atas dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan. Kegiatan membaca Alquran bersama-sama ini, lebih populer dikenal dengan nama tadarus/tadarusan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tadarus adalah pembacaan Alquran secara bersama-sama (dalam bulan puasa). Sedangkan menurut saya sendiri, tadarus adalah pembacaan Alquran yang dilakukan secara bersama-sama. Dengan bimbingan orang yang lebih tua atau orang yang lebih mengerti ilmu Alquran. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kita yang sedikit malas membaca Alquran di rumah sendirian.  Bulan ramadan, bulan Alquran....

Fajar Subuh Awal Ramadan 1439 Hijriah

Pagi dingin menyentuh kalbu itu, tak seperti pagi-pagi sebelumnya. Pagi yang masih diselimuti awan kegelapan, yang sebentar lagi disinari terang benderang cahaya fajar kemerah-merahan. Pagi yang penuh sesak antrean, beramai-ramai berdesakan orang-orang berdatangan ke surau tua. Dalam keadaan kenyang yang di siang hari akan berganti dengan haus dan lapar. Dengan niat dalam hatinya, memohon ampunan untuk menggapai ketakwaan. “Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah ayat 183). Subuh syahdu itu, tak seperti subuh syahdu sebelumnya. Orang tua, dewasa, remaja, anak-anak kecil penuh ramai dalam upaya memenuhi panggilan-Nya. Datang dengan sarung yang masih belum dipakai dan sesekali menguap, anak kecil berumur tujuh tahun bercerita tentang lauk pertama sahurnya. Dengan kompak tanpa perbedaan, mereka sepakat untuk menyebut ayam goreng dan ayam bakar yang dibeli di Tegongan Desa B...